Hadits ini mengingatkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan hati dalam mencintai dan membenci. Islam mengajarkan agar perasaan tidak diletakkan secara berlebihan, karena segala sesuatu yang melampaui batas dapat berujung pada penyesalan. Dengan sikap yang proporsional, seseorang akan lebih tenang dalam menghadapi perubahan sikap dan keadaan manusia di sekitarnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, nasihat ini menjadi pedoman agar hubungan tetap terjaga dengan baik. Mencintai secara wajar membantu seseorang tetap objektif dan adil, sedangkan membenci tanpa berlebihan mencegah lahirnya permusuhan dan kedzaliman. Sikap inilah yang menumbuhkan ukhuwah, saling menghormati, serta kepekaan terhadap hak dan kewajiban sesama.
Nilai keseimbangan hati sangat penting ditanamkan sejak dini melalui pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Anak-anak dan remaja perlu dibimbing untuk memahami bahwa mengelola perasaan adalah bagian dari akhlak mulia. Dengan bekal ini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang matang, bijaksana, dan mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan iman yang kokoh.
Pesantren Tahfiz Utrujah berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembinaan karakter, penguatan adab, serta pendidikan Al-Qur’an yang berkesinambungan. Dukungan dan kepercayaan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi Qur’ani yang seimbang dalam ilmu, akhlak, dan sikap hidup. Bersama Utrujah, mari wujudkan pendidikan Islam yang penuh keberkahan dan manfaat.
Tinggalkan Balasan