Selamat kepada Cholied Abdullah Al-Faris yang terpilih sebagai Duta Literasi Utrujah bulan November. Sosok santri yang gemar membaca ini menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya untuk terus meningkatkan semangat dalam berliterasi. Dengan membawa buku berjudul Jalan Damai Rasulullah, Al-Faris menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tetapi juga sarana memperluas wawasan dan meneladani akhlak Nabi.
Di Pondok Pesantren Utrujah, kegiatan literasi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri. Selain fokus pada ziyadah (menambah hafalan) dan murojaah (mengulang hafalan), setiap santri juga dipantau perkembangan literasinya secara rutin. Program ini dirancang agar para santri tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga luas dalam pemahaman, berwawasan luas, dan kritis terhadap berbagai ilmu.
Standar literasi di Utrujah pun sangat jelas dan terukur. Setiap santri diwajibkan membaca minimal 800 halaman per tahun sebagai bagian dari target dasar literasi. Bagi santri tingkat Miqaat tahun pertama, tantangan literasinya lebih tinggi, yaitu membaca minimal 2.400 halaman berbahasa Arab. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Utrujah berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya cinta Al-Qur’an, tetapi juga gemar membaca dan menulis.
Dengan semangat yang tinggi, para santri Utrujah seperti Al-Faris membuktikan bahwa literasi adalah jembatan menuju kemajuan. Membaca menjadikan santri lebih percaya diri dalam berdiskusi, menulis, dan berdakwah. Mari terus dukung gerakan literasi di lingkungan pesantren agar lahir generasi berilmu, beradab, dan berpengaruh positif bagi masyarakat.
📚 “Santri Utrujah, Cinta Qur’an, Cinta Ilmu, Cinta Literasi!”
Tinggalkan Balasan