Jagalah Rasa Malu – Malu Akhlak Mulia

·

·

Rasa malu adalah salah satu akhlak mulia yang menjadi perhiasan bagi seorang muslim. Islam menempatkan rasa malu sebagai bagian penting dari keimanan, karena sifat ini mampu menjaga seseorang dari perbuatan tercela dan mendorongnya untuk selalu berada dalam kebaikan. Di tengah begitu banyak ujian moral pada zaman ini, menjaga rasa malu adalah bentuk penjagaan diri yang menunjukkan kemuliaan hati dan kebersihan jiwa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Ath-Thabrani, Rasulullah ﷺ bersabda, “Rasa malu dan keimanan adalah berpasangan. Jika salah satu hilang, maka hilang pula yang lainnya.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa rasa malu bukan sekadar adab sosial, tetapi merupakan indikator kuat tentang kualitas iman seseorang. Ketika rasa malu terjaga, keimanan pun ikut kokoh melekat dalam diri.

Oleh karena itu, pesan ini menjadi pengingat bagi setiap muslim, termasuk para santri dan generasi muda, untuk terus menumbuhkan rasa malu yang sesuai syariat. Rasa malu yang benar bukan membuat seseorang rendah diri, tetapi justru menuntunnya untuk menjaga pandangan, perkataan, dan perilaku sehari-hari. Dengan rasa malu, seorang muslim lebih berhati-hati dalam setiap langkah dan lebih dekat pada ketakwaan.

Pondok Pesantren Tahfiz Utrujah mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai keimanan seperti rasa malu, akhlak, dan adab Qur’ani. Bagi yang ingin ikut berkontribusi dalam perjuangan pendidikan Qur’an, Utrujah membuka kesempatan infaq melalui rekening resmi serta layanan konsultasi PSB yang tersedia sepanjang tahun. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita dalam menjaga iman dan membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *