Hari Ayah menjadi momentum berharga untuk mengenang dan menghargai sosok ayah yang telah berjuang tanpa lelah demi keluarga. Dalam pandangan Islam, ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pemimpin dan pendidik pertama bagi anak-anaknya. Ketegasan, tanggung jawab, dan kasih sayangnya menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter anak yang saleh dan berakhlak mulia. Di pesantren, nilai-nilai ini terus diajarkan agar para santri memahami betapa besar jasa dan amanah seorang ayah.
Ayah adalah sosok yang sering kali tidak banyak bicara, tetapi tindakannya selalu penuh makna. Doanya yang tulus di sepertiga malam dan keringatnya yang menetes demi pendidikan anak-anak adalah wujud cinta sejati yang kadang tak terucap. Di lingkungan pesantren, santri dididik untuk menghormati dan mendoakan kedua orang tua, terutama ayah yang menjadi pelindung dan panutan. Mengingat jasa ayah, setiap santri diajak meneladani keteguhan hati dan tanggung jawab beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Ayah juga menjadi pengingat bagi para ayah agar terus berperan aktif dalam pendidikan anak, terutama pendidikan agama. Banyak ayah yang memilih pesantren sebagai tempat terbaik untuk menitipkan putra-putrinya agar tumbuh dengan ilmu dan akhlak islami. Di pondok pesantren, anak-anak tidak hanya diajarkan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan hormat kepada orang tua. Inilah bentuk kasih sayang sejati seorang ayah yang ingin anaknya dekat dengan Allah.
Pondok Pesantren Utrujah hadir sebagai mitra bagi para ayah dalam mendidik generasi Qur’ani. Dengan sistem pembinaan yang menekankan keseimbangan antara ilmu, adab, dan kedisiplinan, Utrujah membantu mewujudkan cita-cita ayah untuk memiliki anak yang berilmu, berakhlak, dan berbakti. Di momentum Hari Ayah ini, mari kita hadiahkan doa terbaik untuk mereka—semoga Allah membalas setiap tetes perjuangan ayah dengan keberkahan yang tiada batas.
Tinggalkan Balasan